Wednesday , 1 October 2014
Marhaban bikum

Hadist – Hadist Tentang Menjaga Lisan

Assalamu’alaikum wr wb

 

Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan lidah. Dengan lidah kita dapat berkomunikasi dan menentukan rasa. Dengan lidah ini juga kita bisa membuat lawan bicara kita menjadi tergerak kepada kebaikan ataupun keburukan, membuat lawan bicara tersenyum bahagia ataupun menangis menahan perih.

 

Sahabat dan keluarga pengajian yang dirahmati Allah. Berikut kami kirimkan hadist-hadist berkenaan dengan lidah, semoga bisa menjadikan tadzkirah bagi kita semua. Jazakumullah khairan kastiran.

 

Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau – kalau tidak dapat berkata yang baik, hendaklah ia berdiam diri saja.” (Muttafaq ‘alaih)

 

Dari Sahl bin Sa’ad r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang dapat memberikan jaminan kepadaku tentang kebaikannya apa yang ada di antara kedua tulang rahangnya – yakni mulut – serta antara kedua kakinya – yakni kemaluannya, maka saya memberikan jaminan syurga untuknya.” (Muttafaq ‘alaih)

 

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya ia mendengar Nabi s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya seseorang hamba itu niscayalah berbicara dengan suatu perkataan yang tidak ia fikirkan – baik atau buruknya, maka dengan sebab perkataannya itu ia dapat tergelincir ke neraka yang jaraknya lebih jauh daripada jarak antara sudut timur dan sudut barat.” (Muttafaq ‘alaih)

 

Dari Abu Abdur Rahman yaitu Bilal bin al-Harits al-Muzani r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya seseorang itu niscayalah berkata dengan suatu perkataan dari apa-apa yang diridhai oleh Allah Ta’ala, ia tidak mengira bahwa perkataan itu akan mencapai suatu tingkat yang dapat dicapainya, lalu Allah mencatat untuknya bahwa ia akan memperoleh keridhaanNya sampai pada hari ia menemuiNya -yakni hari kematiannya atau pada hari kiamat nanti. Dan sesungguhnya seseorang itu niscayalah berkata dengan suatu perkataan dari apa-apa yang menjadikan kemurkaan Allah, ia tidak mengira bahwa perkataan itu akan mencapai suatu tingkat yang dapat dicapainya, lalu Allah mencatatkan untuknya bahwa ia akan memperoleh kemurkaanNya sampai pada hari ia menemuiNya.” Diriwayatkan oleh Malik dalam kitab Al-Muwaththa’ dan juga oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

 

Dari Ibnu Umar r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Janganlah engkau semua memperbanyak kata, selain untuk berzikir kepada Allah Ta’ala, sebab sesungguhnya banyaknya pembicaraan kerasnya hati dan sesungguhnya sejauh – jauh manusia dari Allah ialah yang berhati keras,” – yakni enggan menerima petunj’uk baik. (Riwayat Tirmidzi)

 

Dari Anas r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Ketika saya dimi’rajkan, saya berjalan melalui suatu kaum yang mempunyai kuku-kuku dari tembaga yang dengan kuku-kuku tadi mereka menggaruk-garukkan muka serta dada-dada mereka sendiri. Saya bertanya: “Siapakah mereka itu, hai Jibril?” Jibril menjawab: “Itulah orang-orang yang makan daging sesama manusia -yakni mengumpat – dan menjatuhkan kehormatan mereka.” (Riwayat Abu Dawud)

 

Dari Abu Hurairah r.a. pula bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Setiap Muslim atas sesama Muslim itu haramlah darahnya, kehormatannya serta hartanya – yakni haram dilanggar.” (Riwayat Muslim)

 

diambil dan ditulis ulang dari http://osolihin.files.wordpress.com/2008/05/riyadhus-salihin-2.pdf

 

 

 

Scroll To Top
Birthday