Tuesday , 16 September 2014
Marhaban bikum

Hadits & Tafsir – Mensyukuri Nikmat

Ayat tentang “Mensyukuri Nikmat”

قال الله تعالى :
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ(7)
وَقَالَ مُوسَى إِن تَكْفُرُواْ أَنتُمْ وَمَن فِي الأَرْضِ جَمِيعاً فَإِنَّ اللّهَ لَغَنِيٌّ حَمِيدٌ(8)

Terjemah surat Ibrahim ayat 7 & 8 :

(7)“ Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan. “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.
(8) Dan Musa berkata: “Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (ni’mat Allah) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.

(QS: Ibrahim:7-8)

Kandungan ayat :

1. Peringatan dari Allah SWT untuk mensyukuri nikmat Allah yang telah diberikan kepada manusia, bahwa jika manusia mensyukuri nikmatNya maka akan ditambahkan nikmat kepadanya dengan berbagai kenikmatan dariNya. Dan jika manusia mengingkari nikmat Allah yang telah diberikan kepadanya, maka Allah akan mengadzabnya dengan adzab yang sangat pedih baik adzab di dunia dengan dicabutnya kenikmatan di dunia dan di akhirat akan mendapat adzab yang pedih.

2. Ayat ini berkaitan dengan ayat sebelumnya, yaitu surat Ibrahim ayat 6 yang mengisahkan tentang perkataan Nabi Musa ‘Alaihissalam terhadap kaumnya dengan mengingatkan mereka tentang besarnya nikmat Allah atas mereka.

Dalam ayat disebutkan:
Dan (ingatlah), ketika musa berkata pada kaumnya:
”Ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia menyelamatkanmu dari (Fir’aun dan) pengikut-pengikutnya, mereka menyiksa kamu dengan siska yang pedih, mereka menyembelih anak laki-lakimu, membiarkan hidup anak perempuanmu dan pada yang demikian itu ada cobaan yang besar dari tuhanmu” (Ibrahim (QS 14: 6). Kemudian dilanjutkan ayat ini yang memberikan dorongan agar bersyukur atas nikmat-Nya sekaligus menyebutkan ancaman bagi orang-orang yang mengingkarinya.

3. Syukur di wujudkan dengan hati, lisan, dan perbuatan. Syukur dengan hati adalah mengetahui bahwa berbagai kenikmatan tersebut berasal dari Allah juga dari yang lain. Syukur dengan lisan adalah dengan memuji dan menyanjung memberi nikmat. Sedangkan bersyukur dengan pebuatan adalah dengan menggunakan kenikmatan tersebut dengan bersikap loyal dan rendah hati terhadap Allah SWT.

4. Ayat ke 8
dan Musa berkata: “jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah) (ingkar terhadap nikmat-nikmat Allah dan tidak mengimani-Nya), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.

Apabila kaum nabi Musa A.S dan seluruh makhluk mengingkari nikmat-nikmat Allah dan kalaupun itu terjadi, maka:
Allah tidak membutuhkan syukur mereka dan tidak membuat Allah berkurang sedikitpun. Dan Allah layak terhadap pujian karena kebesaran kenikmatan-Nya meskipun mereka tidak bersyukur.
Atau, Dia dipuji oleh selain mereka, yakni para malaikat. Dengan demikian, pengingkaran yang dilakukan manusia sama sekali tidak memberikan pengaruh bagi Allah SWT. Sebaliknya, justru mendatangkan bahaya bagi pelakunya

Perintah bersyukur disebut kan dalm banyak dali, seperti QS Al-Baqarah (2): 152 ,172, An-Nahl(16):114, Al Ankabut(29): 17

Hadits tentang nikmat

حدثنا المكي بن إبراهيم أخبرنا عبد الله بن سعيد – هو ابن أبي هند – عن أبيه عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: قال النبي صلى الله عليه وسلم:
نعمتان مغبون فيهما كثيرٌ من الناس: الصحة والفراغ””
وقال عباس العنبري: حدثنا صفوان بن عيسى عن عبد الله بن سعيد بن أبي هند
عن أبيه سمعت ابن عباس عن النبي صلى الله عليه وسلم … مثله

Terjemah hadits :

Al Makki bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami dan dia berkata,
Abdullah bin Sa’id telah mengabarkan kepada kami (dan dia (Sa’id) adalah anak dari Abi Hind) dan dia meriwayatkan dari ayahnya,
ayahnya meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas R.Anhuma,
Ibnu ‘Abbas telah berkata :
Rasulullah bersabda, “Ada dua kenikmatan, banyak manusia menjadi merugi gara-gara dua kenikmatan ini, yaitu; nikmat kesehatan dan nikmat waktu luang.”
(H.R. Bukhari)

Keterangan hadits :
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rowil A’la Ibnu ‘Abbas Sahabat Rasulullah SAW
Hadits ini dijelaskan di buku Fatkhul Bari syarh Shohih Bukhari
Terbitan : “دارالطّيبة”
Jilid : 14
Halaman : 490
Bab : “ما جاء في الرّقاق, وألاّ عيش إلاّ عيش الأخرة” 81.
Nomor hadits : 6412

Al Makki bin Ibrahim adalah Syaikh/Guru imam Bukhari, dan Abdullah bin Sa’id adalah seorang tabi’in karena beliau pernah bertemu dengan sebagian sahabat Rasulullah yang masih kanak-kanak dan dia adalah Abu Umamah bin Sahl.

Kandungan Hadits :

1. Peringatan dari Rasulullah SAW akan pentingnya mensyukuri 2 nikmat yang selalu melalaikan manusia yaitu nikmat kesehatan dan nikmat waktu luang. Nikmat kesehatan, Banyak sekali manusia yang menyia-nyiakan masa ketika sehat badannya untuk hal yang tidak bermanfaat dengan tidak mendekatkan diri kepada Allah atau berbuat sesuatu yang berguna selama di dunia. Menyia-nyiakan waktu luang dan masa sehat ini berarti merugikan mereka.

2. Nikmat waktu luang, adalah salah satu nikmat Allah yang sering dilalaikan dan tidak mengisinya dengan hal yang bermanfaat seperti amar ma’ruf nahi munkar.

  • FAISALSKILL

    ada gha hadist imam muslim dari abu bakar dari umar

  • ADEAL_BANTANIE

    gimana sich cara biar bisa mensyukuri nikmat allah

  • NURHIDAYATI207

    apa sih contoh dari nikmat hayat,diniyah,rohaniyah,huririyah

  • HAMBA ALLAH

    arab’a bisa gx d besarkan lagi tidak terbaca

  • GUSTINA_9215

    masih banyak ayat tentang mensyukuri nikmat allah …

  • SURYANA ACENG

    insyaallah hadist nya berkah….

  • SAEFULLAH HUSEN

    share lagi hadits-haditsnya……yang banyak….

  • MAULANA

    ada hadis yang enam thu kan, hadist bohorinasai, ibnumajah dll, v aku lupa apa bunyi hadist tentang menyukury thu, lok bisa tulisin donk skli disini

Scroll To Top
Birthday