Untaian Kebaikan Sepanjang Masa
Untaian Kebaikan Sepanjang Masa
27 Mei 2012 | 6 Rajab 1433 H
Oleh: Fitri Sunandar – Sahabat Kajian 2012-2013
Setiap kita memiliki banyak peran, diantaranya peran sebagai anak, peran sebagai pelajar atau mahasiswa, peran sebagai karyawan, peran sebagai pengusaha, peran sebagai suami atau istri,peran sebagai ibu atau ayah, peran sebagai bagian dari suatu organisasi, atau peran lainnya. Peran-peran tersebut meminta tugas, kemampuan, dan tanggung jawab kita untuk berkontribusi secara optimal agar semua hal berjalan seimbang dan tidak bertabrakan.
Tugas utama kita sebagai manusia adalah untuk beribadah kepada Alloh SWT, sebagaimana yang tercantum dalam QS 51:56. “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku”.
Selain itu, manusia memiliki tugas sebagai pembangun, baik fisik, ruhiyah, akhlak, dan peradaban. Sebagaimana yang tercantum dalam QS 3:104. “Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”.
Salah satu tempat kita dalam menjalankan tugas sebagai pembangun adalah Radio Pengajian dot com. Dengan segala potensi dan keragaman yang kita miliki (ada yang tajam dalam analisis, ada yang ahli di bidang website, ada yang kompeten dalam mengembangkan jaringan, ada yang telaten dalam koordinasi dan mengerjakan hal-hal rutin, dll). Kita bekerja sama untuk menjalankan peran tersebut.
Namun demikian, tidak mudah bagi kita untuk menjalankan semua tugas dan peran tersebut. Ada diantara kita yang merasa kurang dengan 24 jam sehari yang dimiliki. Ketika semua aktivitas harian dapat dijalankan dengan baik, justru kita merasa hidup ini seperti robot, setiap hari menjalankan aktivitas yang berulang, merasa penat dan jenuh, sehingga muncul rasa bosan dan hampa dalam menjalankannya.
Maha Suci Alloh yang sangat baik pada manusia, memberikan petunjuk-Nya yaitu Al- qur’an, yang dibawa oleh malaikat dan dijelaskan oleh para rosul. Jika manusia meniatkan semua aktivitasnya hanya untuk mencari keridhoan Alloh maka semua aktivitas yang kita jalankan akan dinilai sebagai kebaikan.
***
Terkadang kita merenung bahwa keberadaan dan pencapaian hari ini, termasuk kebaikan-kebaikan yang kita lakukan, tidak terlepas dari kebaikan orang-orang yang hadir dalam hidup kita.
Ada diantara mereka adalah orang tua kita yang telah bersusah payah membesarkan dan mendidik kita sampai kita mengenal Islam. Tetangga yang siap membantu, misalnya untuk menjemput anak kita di sekolah atau tempat menitipkan anak-anak pada saat kita mengerjakan suatu hal yang tidak mungkin membawa serta anak-anak. Guru ngaji yang sabar mengajarkan cara mengeja huruf hijaiyah ketika kita masih kanak-kanak. Kakak atau saudara yang menghadapi keaktifan kita yang menguji kesabaran mereka, misalnya saat kita usil terhadap teman sehingga teman kita menangis, atau menggendong kita yang tertidur dalam perjalanan dan mengantarkan kita ke rumah. Dan masih banyak perbuatan baik lainnya yang mereka lakukan untuk kita.
Penjagaan keimanan kita pun tidak terlepas dari adanya orang-orang yang berbuat baik kepada kita dengan berbagai cara, meskipun kita tidak mengenal mereka secara langsung. Misalnya, orang-orang yang meluangkan waktu untuk mengisi ceramah, menulis buku, berdiskusi, menjadi teman curhat, menulis blog, mengupload video atau rekaman ceramah, dan lainnya.
Seringkali kita merenung bagaimana jika mereka memilih untuk tidak berbuat baik dan tidak meluangkan waktunya untuk kebaikan. Mungkinkah kita tumbuh menjadi seperti sekarang ini? Bagaimana jika setiap orang memilih untuk bersikap egois, mementingkan diri sendiri, dan tidak peduli terhadap sesamanya? Apakah kebaikan-kebaikan masih akan menyuburkan bumi ini?
Tidak ada orang yang dapat hidup tanpa orang lain, sekalipun orang paling individualis, karena tidak ada jenazah yang dapat mengkafani dan menguburkan dirinya sendiri. Sampai kita meninggalpun, kita tetap membutuhkan orang lain.
***
Kita sudah menerima banyak kebaikan dari orang lain sejak bayi hingga kini, sudah sewajarnya jika kita juga berbuat baik, peduli terhadap sesama dan meluangkan waktu untuk berbuat kebaikan. Sesibuk apapun kita, sebanyak apapun peran dan tugas yang kita miliki, kita tidak akan pernah bisa hidup sendiri, kita selalu membutuhkan orang lain dalam kehidupan kita.
Dalam QS 81: 10-14 dan QS 13: 22-24 Alloh SWT berfirman: “Dan apabila lembaran-lembaran (catatan amal) telah dibuka lebar-lebar, dan apabila langit dilenyapkan, dan apabila neraka Jahim dinyalakan, dan apabila surga didekatkan, setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya”.
“Dan orang yang sabar karena mengharap keridhoan Tuhannya, melaksanakan sholat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (Yaitu) surga-surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang sholeh dari nenek moyang mereka, pasangan-pasangan mereka dan anak cucu mereka, sedang para malaikat masuk ke tempat-temapat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan), “Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu.”Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu”.
Mudah-mudahan Alloh SWT menjadikan kita sebagai orang yang bersungguh-sungguh untuk berbuat kebaikan dalam setiap kondisi kita, lapang maupun sempit, dan menjadi orang yang bersyukur pada saat catatan amal hidup kita diperlihatkan di akhirat kelak, karena kita telah berusaha sekuat tenaga untuk meluangkan waktu berbuat baik dan mengajak orang lain pada kebaikan. Aamiin ya robbal’alamiin.
Catatan:
Makruf adalah segala perbuatan yang mendekatkan diri kepada Alloh, sedangkan munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan diri dari Alloh.
Shortlink:







