<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>RadioPengajian.com</title>
	<atom:link href="http://radiopengajian.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://radiopengajian.com</link>
	<description>Pertahankan iman di tengah sahara kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jan 2012 10:29:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Seikat Sapu Lidi</title>
		<link>http://radiopengajian.com/2012/01/17/seikat-sapu-lidi/</link>
		<comments>http://radiopengajian.com/2012/01/17/seikat-sapu-lidi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 10:29:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kreatif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bingkai Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radiopengajian.com/?p=1804</guid>
		<description><![CDATA[Debu yang terbawa angin lalu menempel di lantai dalam waktu lama, tanpa disadari menumpuk dan mengotori lantai sehingga merubah warnanya, yang sebelumnya keramik putih bersih sekarang berubah menjadi kotor dan hitam. Begitu juga pekarangan tanpa pembersihan dalam kurun waktu lama telah terkotori dengan tumpukan dedaunanan yang gugur. Manusia memiliki fitrah mencintai keindahan dan selalu ingin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://radiopengajian.com/wp-content/uploads/2012/01/sapu-lidi.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1805" src="http://radiopengajian.com/wp-content/uploads/2012/01/sapu-lidi.jpg" alt="" width="443" height="300" /></a></p>
<p>Debu yang terbawa angin lalu menempel di lantai dalam waktu lama, tanpa disadari menumpuk dan mengotori lantai sehingga merubah warnanya, yang sebelumnya keramik putih bersih sekarang berubah menjadi kotor dan hitam. Begitu juga pekarangan tanpa pembersihan dalam kurun waktu lama telah terkotori dengan tumpukan dedaunanan yang gugur. Manusia memiliki fitrah mencintai keindahan dan selalu ingin bersih kembali seperti sebelumnya.</p>
<p>Mengikuti fitrahnya melihat semua yang telah berubah menjadi tidak lebih baik dari sebelumnya  menimbulkan pergerakan untuk merubahnya kembali bersih seperti sedia kala. Perubahan itu secara utuh tidak dapat dilakukan sendiri, dan semuanya membutuhkan kerja sama atau amal jama’i. Melihat lebih jauh lagi akan arti kebersamaan seperti sebatang lidi, tak akan ada artinya. Debu yang menumpuk dilantai, mungkin bisa dihilangkan dengan sebatang lidi, tetapi prosesnya akan lama dan ia tak kan bertahan lama karena bisa patah ditengah jalan sebelum mengembalikan warna keramik seperti sedia kala dan pekarangan bebas dari daun-daun yang gugur.</p>
<p>Indahnya kebersamaan sangat berarti dalam mencapai satu tujuan yang sama untuk mengukir kebaikan hingga pertemuan di syurgaNya. Sebatang lidi yang berkumpul dan punya fungsi yang sama sebagai alat pembersih menjadi mudah menjalankan fungsinya dan tujuan membersihkan menjadi sedia kala segera terselesaikan. Seikat sapu lidi itu kemudian menggantungkan kepada pemiliknya ingin difungsikan sebagai apa, dan dalam perjalanannya sapu lidi akan berguna ketika digunakan sesuai fungsinya. Diilustrasikan seperti seikat sapu lidi akan sangat berguna membersihkan beratus-ratus daun kering yang mengotori pekarangan jika disertai keinginan kuat si pemiliknya untuk memfungsikan sesuai fungsinya, berbeda dengan adanya beratus-ratus ikat sapu lidi, kalau si pemiliknya tidak mendayagunakan sebagaimana mestinya maka tak ada gunanya beratus-ratus ikat sapu lidi itu.</p>
<p>Sejarah telah mengajarkan kita akan rasa kebersamaan serta keyakinan akan suatu kemenangan yang disertai tujuan tulus menegakkan kalimat Allah dan membela agamaNya, walaupun jumlahnya sedikit dan tidak sebanding dengan pasukan musuh. perang Badar telah membuktikannya, ketika itu pasukan muslim berbanding 1:3 dengan pasukan kaum Quraisy, disana ada rasa tawakal dan kita melihat bagaimana ada rasa putus asa pada doa kekasih kita Nabi Muhammad <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> terhadap pertolongan Allah <em>Subhanahu wa ta’ala</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>“…Ya Allah, jika Engkau berkehendak (orang kafir menang), Engkau tidak akan disembah. Ya Allah, jika pasukan yang kecil ini Engkau binasakan pada hari ini, Engkau tidak akan disembah…..”</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kekasih kita, Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mengulang-ulang do’a ini sampai selendang beliau tarjatuh karena lamanya berdo’a, kemudian datanglah Abu Bakar As Shiddiq <em>radhiyallahu ‘anhu</em> memakaikan selendang beliau yang terjatuh sambil memeluk beliau… <em>“Cukup-cukup, wahai Rasulullah…”</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di saat rasa keputus asaan itu menyelimuti, Allah SWT meneguhkan Beliau dalam firmannya.</p>
<p><em>“Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman”. Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka. (Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya; dan barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya.”</em> (Qs. Al Anfal: 12-13).</p>
<p>Sesungguhnya didalam rasa kesendirian dan keputusasaan, ada Allah <em>subhanahu wa ta’ala</em> yang maha dekat, dan begitu yakin akan janjiNya maka rasa sedih sesungguhnya tak akan menghampiri.</p>
<p>Sekalipun merasa sendiri ibarat sebatang lidi yang membutuhkan lainnya untuk saling mengokohkan ada Allah yang lebih menguatkan dari apapun. Kekuatan itu yang akan mengajak lidi-lidi lainnya untuk berkumpul hingga menjadi seikat yang bermanfaat untuk digunakan sesuai fungsinya. Itulah keberkahan atas keyakinan iman bahwa Allah <em>Subhanahu wa ta’ala</em> tak meninggalkan hambanya yang beriman dan bertaqwa untuk sendirian.</p>
<p>Belajar dari hikmah perang Badar bahwa kebersamaan dengan keyakinan yang kuat walaupun jumlahnya sedikit, ia akan membuahkan keberkahan yang berlimpah yang ketika sendiri tak bisa kita dapatkan. Seikat lidi yang dibuat menjadi sapu sesungguhnya membutuhkan pengguna, sehingga ia dapat bermanfaat. Dalam perkumpulan beratus-ratus ikat sapu lidi, di sana juga ada beratus-ratus pengguna yang memiliki tujuan sama menggunakan sapu lidi untuk memebersihkan pekarangan yang luas hingga bersih dan dapat dinikmati semua orang. Proses pembersihannya juga dibawah satu kendali kepala kebersihan, jika diantara pengguna sapu lidi itu tidak melakukan tugasnya dan tidak mematuhi kepala kebersihan maka jumlah yang beratus-ratus itu tak akan dapat membersihkan pekarangan dengan cepat.</p>
<p>Perang Uhud juga mengajarkan kita akan arti kebersamaan dan loyalitas. Pada perang Uhud jumlah pasukan yang beratus-ratus tidak menghasilkan kemenangan melawan kaum Quraisy. Tetapi dari perang Uhud adanya seleksi alami dari Allah Subhanallahu wa ta’ala, siapakah yang benar-benar berjuang di jalanNya. Beginilah pernak-pernik kebersamaan, dari sebuah lidi yang menjadi seikat lalu digunakan sebagaimana mestinya menjadikan tujuan utama lebih ringan untuk dilakukan, semoga setiap pernak-pernik yang ada menambah hikmah untuk kita semakin indah dan penuh berkah menjalani kehidupan ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radiopengajian.com/2012/01/17/seikat-sapu-lidi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hadist dan Ayat Al-Qur’an berkenaan dengan Etika terhadap nonmuslim</title>
		<link>http://radiopengajian.com/2011/12/28/hadist-dan-ayat-al-quran-berkenaan-dengan-etika-terhadap-nonmuslim/</link>
		<comments>http://radiopengajian.com/2011/12/28/hadist-dan-ayat-al-quran-berkenaan-dengan-etika-terhadap-nonmuslim/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 03:29:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kreatif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits Rutin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radiopengajian.com/?p=1795</guid>
		<description><![CDATA[Allah Swt maha pencipta, dan dariNya lahir keanekaragaman agar kita saling mengenal dan memahami satu sama lain. Keyakinan yang berbeda merupakan fitrah yang mengajak kita untuk saling bertanggung jawab memberitahukan kebenaran dan mengajak kepada kebaikan. Islam sebagai agama yang sempurna dan mengajarkan kebaikan dengan cara yang baik, mengatur bagaimana seharusnya kita bersikap kepada saudara kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://radiopengajian.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_07821.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1797" src="http://radiopengajian.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_07821.jpg" alt="" width="400" height="267" /></a>Allah Swt maha pencipta, dan dariNya lahir keanekaragaman agar kita saling mengenal dan memahami satu sama lain. Keyakinan yang berbeda merupakan fitrah yang mengajak kita untuk saling bertanggung jawab memberitahukan kebenaran dan mengajak kepada kebaikan. Islam sebagai agama yang sempurna dan mengajarkan kebaikan dengan cara yang baik, mengatur bagaimana seharusnya kita bersikap kepada saudara kita yang berbeda keyakinan.</p>
<p>Untuk itu mari kita simak hadist dan ayat Al-Qur’an berkenaan dengan etika terhadap nonmuslim :</p>
<p><strong>1. Sebagai muslim sebaiknya tidak memberikan loyalitas kepada nonmuslim dan hal tersebut dapati kita lihat dalam ayat Al-Qur’an yang Allah firmankan.</strong></p>
<p align="center">Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang non muslim menjadi wali<strong></strong>dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu). (Q.S Al-Imran : 28)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center">Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Meraka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan<strong></strong>yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.           (Q.S Mujadillah :22)</p>
<p align="center">
<p style="text-align: left" align="center"><strong>2. Berbuat adil dan berbuat baik kepada mereka jika bukan termasuk non muslim yang harus diperangi, karena Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,</strong></p>
<p align="center">Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (Q.S Al-Mumtahanah : <img src='http://radiopengajian.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pada ayat yang mulia di atas, Allah Subhanahu wa ta’ala membolehkan berbuat adil dan berbuat baik kepada non muslim, kecuali orang-orang non muslim yang wajib diperangi, karena mereka mempunyai ketentuan-ketentuan tersendiri dalam ketentuan orang-orang yang wajib diperangi.</p>
<p>3. <span style="text-align: left">Menyayangi dengan kasih sayang umum dengan memberinya makan jika ia lapar, memberinya minum jika ia kehausan, mengobatinya jika ia sakit, menyelamatkan dari kebinasaan dan menjauhkan gangguan daripadanya.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center">Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda :</p>
<p align="center">“Sayangilah orang yang ada di bumi, niscaya engkau disayangi siapa yang ada di langit” (Diriwayatkan Ath Thabrani dan Al Hakim Hadist ini shahih)</p>
<p align="center">
<p><strong>4. Tidak mengganggu harta, darah dan kehormatan saudara nonmuslim kita, jika mereka bukan termasuk orang yang wajib diperangi :</strong></p>
<p align="center">Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda :</p>
<p align="center">“Barangsiapa menyakiti orang kafir dzimmi, maka Aku menjadi lawannya pada hari kiamat”,</p>
<p align="center">(HR. Muslim)</p>
<p align="center">
<p><strong>5. Boleh memberinya hadiah, menerima hadiahnya, dan memakan hadiahnya jika ia Ahli Kitab orang yahudi, dan orang Kristen berdasarkan dalil berikut :</strong></p>
<p align="center">Firman Allah Subhanahu wa ta’ala dalam surat Al-Maidah : 5</p>
<p align="center">Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka…</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dikisahkan dengan shahih bahwa Rasulullah shallallahu Alaihi wa Sallam diundang makan oleh orang yahudi Madinah, kemudian beliau memenuhi undangannya, dan memakan makanan yang dihidangkan kepada beliau.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>6. Tidak menikahkan wanita mukminah dengan lelaki nonmuslim, dan boleh menikahi wanita-wanita non muslim dari Ahli kitab, berdasarkan dalil berikut :</strong></p>
<p>Allah  Subhanahu wa ta’ala melarang pernikahan wanita mukminah dengan orang non muslim secara mutlak dalam firmanNya</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center">Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka;maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang non muslim. Mereka tiada halal bagi orang-orang non muslim itu dan orang-orang non muslim itu tiada halal pula bagi mereka. Dan berikanlah kepada (suami suami) mereka, mahar yang telah mereka bayar. Dan tiada dosa atasmu mengawini mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya. Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan non muslim; dan hendaklah kamu minta mahar yang telah kamu bayar; dan hendaklah mereka meminta mahar yang telah mereka bayar. Demikianlah hukum Allah yang ditetapkanNya di antara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.                      (Q.S Al-Mumtahanah :10)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center">Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita non muslim, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita non muslim, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang non muslim (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang non muslim, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. ( Q.S Al-baqarah : 221)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Allah Subhanahu wa ta’ala membolehkan seorang muslim menikahi wanita-wanita Ahli Kitab dalam firmanNya</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center">Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka. (Dan dihalalkan mangawini) wanita yang menjaga kehormatan<strong></strong>diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi. (Q.S Al-Maidah :5 )</p>
<p align="center">
<p>7. Mendoakannya jika ia bersin dengan memuji Allah dan berkata, “Semoga Allah memberi petunjuk kepadamu dan memperbaiki urusanmu.” Karena Rasulullah pernah bersin di samping orang-orang Yahudi, karena mereka berkata, “Semoga Allah merahmatimu, “Kemudain beliau mendoakan balik, “semoga Allah memberi petunjuk kepada kalian, dan memperbaiki urusan kalian”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>8. Tidak memulai ucapan salam kepadanya, dan jika orang non muslim mengucapkan salam kepadanya, ia menjawabnya dengan mengatakan, “Wa ‘alaikum (juga atas kalian)”. Karena Rasulullah bersabda,</strong></p>
<p>Jika orang-orang Ahli kitab mengucapkan salam kepada kalian, maka katakan kepada mereka, “Wa’ alaikum (juga atas kalian)” (Muttafaq Alaih)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>9. Tampil beda dengannya, dan tidak menirunya dalam hal-hal yang tidak penting, misalnya memanjangkan jenggotnya jika ia tidak memanjangkannya, mengecatnya jika ia tidak mengecatnya dan berbeda dengannya dalam pakaian, atau kopiah, karena dalil-dalil berikut :</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam</p>
<p align="center">“Dan barangsiapa meniru satu kaum, ia termasuk mereka. (Muttafaq Alaih)</p>
<p>Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center">Hendaklah kalian berbeda dari orang-orang musyrik, panjangkan jenggot dan cukurlah kumis (Muttafaq Alaih)</p>
<p>Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa sallam</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center">“Sesungguhnya orang-orang yahudidan orang-orang Kristen tidak mengecat, maka berbedalah dari mereka” (Diriwayatkan Al-Bukhari)</p>
<p align="center">Maksudnya mewarna jenggot, atau rambut dengan warna kuning atau merah. Sedang mewarnainya dengan warna hitam dilarang Rasullullah Shallallahu Alaihi wa sallam, karena imam Muslim meriwayatkan, bahwa beliau bersabda,</p>
<p align="center">Rubahlah ini (rambut putih) dan tinggalkan warna hitam (Diriwayatkan muslim)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dikutip dari : Kitab Minhajul Muslimin Penerbit Darul Falah</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radiopengajian.com/2011/12/28/hadist-dan-ayat-al-quran-berkenaan-dengan-etika-terhadap-nonmuslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[KIM-C] Muslimah dalam Berbagai Peran</title>
		<link>http://radiopengajian.com/2011/12/23/kim-c-muslimah-dalam-berbagai-peran/</link>
		<comments>http://radiopengajian.com/2011/12/23/kim-c-muslimah-dalam-berbagai-peran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 12:25:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[notulensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radiopengajian.com/?p=1788</guid>
		<description><![CDATA[Kim-c Seoul &#8211; Muslimah dalam berbagai peran]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="width:425px" id="__ss_10674638"><strong style="display:block;margin:12px 0 4px"><a href="http://www.slideshare.net/rpengajian/kimc-seoul-muslimah-dalam-berbagai-peran" title="Kim-c Seoul - Muslimah dalam berbagai peran">Kim-c Seoul &#8211; Muslimah dalam berbagai peran</a></strong><object id="__sse10674638" width="425" height="355"><param name="movie" value="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=kim-cseoul1-111223062221-phpapp02&#038;stripped_title=kimc-seoul-muslimah-dalam-berbagai-peran&#038;userName=rpengajian" /><param name="allowFullScreen" value="true"/><param name="allowScriptAccess" value="always"/><param name="wmode" value="transparent"/><embed name="__sse10674638" src="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=kim-cseoul1-111223062221-phpapp02&#038;stripped_title=kimc-seoul-muslimah-dalam-berbagai-peran&#038;userName=rpengajian" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" wmode="transparent" width="425" height="355"></embed></object></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radiopengajian.com/2011/12/23/kim-c-muslimah-dalam-berbagai-peran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mahkota Syurga untuk Ibu  dan Ayah</title>
		<link>http://radiopengajian.com/2011/12/17/mahkota-syurga-untuk-ibu-dan-ayah/</link>
		<comments>http://radiopengajian.com/2011/12/17/mahkota-syurga-untuk-ibu-dan-ayah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 04:15:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kreatif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bingkai Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radiopengajian.com/?p=1747</guid>
		<description><![CDATA[Sepasang hamba Allah telah menyatukan cinta karenaNya dan dengan niat tulus ikhlas berjanji dalam perjanjian yang kokoh (Mitsaqan Ghaliza) untuk beribadah melaksanakan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam membeli SyurgaNya. Setelah perjanjian itu dilakukan, mengalirlah doa penuh keberkahan, yang di aamiinkan para malaikat. Keberkahan akan sebuah pernikahan melahirkan sebuah peradaban baru yang akan melahirkan kebaikan dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://radiopengajian.com/wp-content/uploads/2011/12/ibu.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1748" src="http://radiopengajian.com/wp-content/uploads/2011/12/ibu-300x205.jpg" alt="" width="300" height="205" /></a></p>
<p>Sepasang hamba Allah telah menyatukan cinta karenaNya dan dengan niat tulus ikhlas berjanji dalam perjanjian yang kokoh (Mitsaqan Ghaliza) untuk beribadah melaksanakan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam membeli SyurgaNya. Setelah perjanjian itu dilakukan, mengalirlah doa penuh keberkahan, yang di aamiinkan para malaikat. Keberkahan akan sebuah pernikahan melahirkan sebuah peradaban baru yang akan melahirkan kebaikan dari peristiwa baik tersebut. Keberadaan kita saat ini adalah kehendak Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang berawal dari proses Mitsaqan Ghaliza antara Ibu dan Ayah.</p>
<p>Allah Subhanahu Wa Ta’ala memuliakan Ibu dan Ayah dengan memerintahkan kepada kita untuk berbakti kepada keduanya dan Allah meletakan hal tersebut secara berdampingan dengan ibadah kepadaNya.</p>
<p><em>Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada Ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya….(Q.S Al-Israa:23)</em></p>
<p>Kedua orang tua kita adalah pemberian terindah dari kekasih kita yang maha pemberi, diawali dengan pemberian yang tanpa pamrih, juga terlahirkan kasih yang tanpa pamrih dengan penuh ketulusan membesarkan, mengajarkan dan membimbing kita untuk mengenali dunia meraih cita untuk kembali pada kekasih sang maha pemberi. Ibu tak pernah mengeluh ketika kita berada di rahimnya dengan nakal mengganggu kesehatannya, rela berbagi makanan dengan kita, mengajak kita kemana saja selama sembilan bulan dan berjuang mempertaruhkan nyawa untuk melahirkan kita ke dunia.  Di masa kecilpun tak pernah henti-hentinya merepotkan Ibu, kenakalan kita dibalas dengan senyuman manisnya dan kesedihan kita beliau tenangkan dengan pelukannya. Ayah seorang kepala keluarga juga mengajari kita untuk kuat dan mandiri sehingga harus siap menyelesaikan segala permasalahan dan meletakan rasa tawakal pada pertolongan Allah Subhanahu wa ta’ala.</p>
<p>Begitu banyak kisah dan cinta terukir di kehidupan kita bersama kedua kekasih kita tersebut yang dengan setia menemani kita dalam menjalani kehidupan dunia hingga saatnya menapaki Mitsaqan Ghaliza seperti mereka. Bagaimanapun juga setiap dari kita dalam perjalanan kehidupan bersama keduanya tidaklah sama. Setiap kisah perjalanan hidup berlandaskan keimanan pada Allah Subhanahu wa ta’ala meyakinkan kepada kita akan perintahNya untuk memperlakukan mereka dalam keadaan baik,</p>
<p><em>Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. doa sebagai hadiah rahasia untuk mereka alangkah baiknya tak lupa kita lantunkan.</em></p>
<p><em>Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.(Q.S Lukman 14-15)</em></p>
<p>Pemberian Ibu dan Ayah yang tanpa pamrih, indahnya dibalas dengan hadiah istimewa dengan tak lupa berdoa untuk keduannya, hanya kepada Allah lah kita memohon untuk dibalas segala kebaikan mereka pada kita.</p>
<p align="right"><em>…….“Robbirhamhuma kamaa rabbayaani shagiiro” (Wahai Rabb-ku kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku diwaktu kecil)( Q.S Al-Israa : 24)</em></p>
<p>Ketika dewasa, disaat berbagi cinta dimana Allah memberikannya secara fitrah membawa pada jenjang mitsaqan ghaliza, di saat itu pula seorang wanita berganti kewajibannya kepada seorang suami. Disinilah indahnya keberkahan dari sebuah doa, dapat menyatukan dua hati yang telah terlepas kewajibannya tetapi tetap erat untuk tetap saling berbagi. Pendidikan kehidupan melalui agama yang Ibu dan Ayah berikan secara nyata akan membekas pada kuatnya tekad sang buah hati untuk selalu memberikan yang terbaik bagi Ibu dan Ayah walaupun sudah berjauhan secara fisik. Doa untuk bertemu di Syurga dan doa untuk dapat mengenakan mahkota syurga kepada keduanya diajukan kepada sang khaliq.</p>
<p>Mahkota hanya diberikan bagi orang yang akan dimuliakan seperti raja dan ratu yang dimuliakan oleh rakyatnya. Mahkota di dunia hanya ada untuk keluarga kerajaan, dan hal itu tidak kekal seperti apa yang dijanjikan Allah Subhanahu wa taala. Mahkota terindah ada di Syurga, dan semua itu dapat kita peroleh dengan menguatkan azzam menjadi penghafal Al-Qur’an.</p>
<p>Mu’adz bin Anas menyebutkan bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam bersabda :</p>
<p><em>“Barangsiapa yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya maka ia akan dipakaikan kepada kedua orangtuanya mahkota yang sinarnya lebih terang daripada sinar matahari di dunia pada hari kiamat nanti, kalaulah sekiranya ada bersama kalian, maka apa perkiraan kalian tentang orang yang mengamalkannya (Al-Qur’an)” (HR Ahmad, Abu Daud, Al-baihaqi, dan Al-Hakim)</em></p>
<p>Mahkota Syurga untuk Ibu dan Ayah adalah hadiah istimewa yang tak akan hilang begitu saja dengan kekuasaan dan semua itu dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala bisa kita lakukan, karena Allah juga telah menjanjikan pada kita</p>
<p><em>Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (Q.S Al- Qamar :17,22, 32, 40)</em></p>
<p>Insya Alloh setiap niat baik dan dengan memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk memohon dikuatkan dalam beribadah, Allah akan membukakan pintu kemudahanNya. Selamat mempersiapkan mahkota terindah yang tidak dijual dimanapun, tapi ia ada karena usaha dan niat tulus ikhlas karenaNya.</p>
<p><em> </em></p>
<p>Sumber : Revolusi Menghafal Al-Qur’an karya Yahya Abdul Fattah Az-Zawawi (Al-Hafidz)Penerbit : Insan Kamil</p>
<p>=Div Kreatif=</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radiopengajian.com/2011/12/17/mahkota-syurga-untuk-ibu-dan-ayah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hadith of the Week : Birul Walidain</title>
		<link>http://radiopengajian.com/2011/12/15/hadith-of-the-week-birul-walidain/</link>
		<comments>http://radiopengajian.com/2011/12/15/hadith-of-the-week-birul-walidain/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 04:51:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kreatif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bingkai Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits Rutin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radiopengajian.com/?p=1677</guid>
		<description><![CDATA[“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan &#8220;ah&#8221; dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan &#8220;ah&#8221; dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: &#8220;Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.&#8221; (QS. Al-Isra: 23-24)</p>
<p>Dari Abu Hurairah r.a. katanya: &#8220;Rasulullah s.a.w. bersabda: &#8220;Tidak cukuplah seorang anak terhadap orangtuanya -sebagaimana imbangan jasa-, kecuali apabila anak itu menemui orangtuanya sebagai hamba sahaya, lalu membelinya kemudian memerdekakannya.&#8221; (Riwayat Muslim)</p>
<p>Keridhaan Allah tergantung kepada keridhaan kedua orang tua dan murka Allah pun terletak pada murka kedua orang tua. (HR. Al Hakim)</p>
<p>Jangan mengabaikan (membenci dan menjauhi) orang tuamu. Barangsiapa mengabaikan orang tuanya maka dia kafir. (HR. Muslim)</p>
<p>Seorang sahabat bertanya, &#8220;Ya Rasulullah, siapa yang paling berhak memperoleh pelayanan dan persahabatanku?&#8221; Nabi Saw menjawab, &#8220;ibumu&#8230;ibumu&#8230;ibumu, kemudian ayahmu dan kemudian yang lebih dekat kepadamu dan yang lebih dekat kepadamu.&#8221; (Mutafaq&#8217;alaih).</p>
<p>Rasulullah Saw ditanya tentang peranan kedua orang tua. Beliau lalu menjawab, &#8220;Mereka adalah (yang menyebabkan) surgamu atau nerakamu.&#8221; (HR. Ibnu Majah)</p>
<p>Dari Abu Hurairah r.a. lagi, katanya: &#8220;Ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah s.a.w. lalu berkata: &#8220;Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk saya persahabati dengan sebaik-baiknya -yakni siapakah yang lebih utama untuk dihubungi secara sebaik-baiknya?&#8221; Beliau menjawab: &#8220;Ibumu.&#8221; Ia bertanya lagi: &#8220;Lalu siapakah?&#8221; Beliau menjawab: &#8220;Ibumu.&#8221; Orang itu sekali lagi bertanya: &#8220;Kemudian siapakah?&#8221; Beliau menjawab lagi: &#8220;Ibumu.&#8221; Orang tadi bertanya pula: &#8220;Kemudian siapa lagi.&#8221; Beliau menjawab: &#8220;Ayahmu.&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih)</p>
<p>Dari Abu Hurairah r.a. pula dari Nabi s.a.w. sabdanya: &#8220;Melekat pada tanahlah hidungnya, melekat pada tanahlah hidungnya, sekali lagi melekat pada tanahlah hidungnya -maksudnya memperoleh kehinaan besarlah- orang yang sempat menemui kedua orangtuanya di kala usia tua, baik salah satu atau keduanya, tetapi orang tadi tidak dapat masuk syurga -sebab tidak berbakti kepada orangtuanya.&#8221; (Riwayat Muslim)</p>
<p>Dari Abdullah bin Amr bin al-&#8217;Ash radhiallahu &#8216;anhuma dari Nabi s.a.w, bersabda: &#8220;Dosa-dosa besar itu ialah menyekutukan kepada Allah, berani kepada kedua orangtua, membunuh seseorang -tidak sesuai dengan haknya- serta bersumpah secara palsu.&#8221; (Riwayat Bukhari)</p>
<p>Dari Abu Usaid -dengan dhammahnya hamzah dan fathahnya sin- yaitu Malik bin Rabi&#8217;ah as-Sa&#8217;idi r.a., katanya: &#8220;Pada suatu ketika kita semua duduk-duduk di sisi Rasulullah s.a.w., tiba-tiba datanglah kepadanya seorang lelaki dari Bani Salamah. Orang itu bertanya: &#8220;Ya Rasulullah, apakah masih ada sesuatu amalan yang dapat saya amalkan sebagai kebaktian saya kepada dua orang tuaku setelah keduanya meninggal dunia?&#8221; Beliau s.a.w. menjawab: &#8220;Ya, masih ada. Yaitu mendoakan keselamatan untuk keduanya, memohonkan pengampunan kepadanya, melaksanakan janji kedua orang itu setelah wafatnya, mempereratkan hubungan kekeluargaan yang tidak dapat dihubungi kecuali dengan adanya kedua orang tua itu serta memuliakan sahabatnya.&#8221; (Riwayat Abu Dawud)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radiopengajian.com/2011/12/15/hadith-of-the-week-birul-walidain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fuki Fair 2</title>
		<link>http://radiopengajian.com/2011/12/09/fuki-fair-2/</link>
		<comments>http://radiopengajian.com/2011/12/09/fuki-fair-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2011 09:50:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[notulensi]]></category>
		<category><![CDATA[Partner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radiopengajian.com/?p=1708</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Info lanjut: FUKI Fair 2 Official Website]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Info lanjut: <a href="http://fukifair2.com" target="_blank"> FUKI Fair 2 Official Website</a><br/><br />
<a href="http://fukifair2.com" target="_blank"><img class="alignnone size-full wp-image-1605" src="http://radiopengajian.com/wp-content/uploads/2011/12/proposal-smaller.jpg" alt="" width="560" height="791" style="width: 100%;"/></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radiopengajian.com/2011/12/09/fuki-fair-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lomba Video RPDC</title>
		<link>http://radiopengajian.com/2011/12/06/lomba-video-rpdc/</link>
		<comments>http://radiopengajian.com/2011/12/06/lomba-video-rpdc/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2011 12:36:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radiopengajian.com/?p=1685</guid>
		<description><![CDATA[** UPDATE ** WAKTU PENDAFTARAN DAN PENGUMPULAN VIDEO DIPERPANJANG Silahkan baca keterangan lebih lanjut di bawah ini.. ** Assalamu&#8217;alaykum wr. wb. Keluarga kajian yang semoga selalu dalam lindungan Allah SWT, mari kita meriahkan kegiatan Lomba Video Radio Pengajian Dot Com (RPDC), sebagai sarana berkreasi, saling nasihat-menasihati dan melakukan kebaikan. Dan tentunya HADIAH yang cukup besar.. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://radiopengajian.com/wp-content/uploads/2011/12/Picture6.jpg"><img class="alignnone wp-image-1700" style="width: 600px;" title="Lomba Video" src="http://radiopengajian.com/wp-content/uploads/2011/12/banner_lomba_video_rpd.png" alt="" width="600" /></a></p>
<p><strong>** UPDATE **</strong></p>
<p><strong>WAKTU PENDAFTARAN DAN PENGUMPULAN VIDEO DIPERPANJANG</strong></p>
<p><strong>Silahkan baca keterangan lebih lanjut di bawah ini..</strong></p>
<p>**</p>
<p>Assalamu&#8217;alaykum wr. wb.</p>
<p>Keluarga kajian yang semoga selalu dalam lindungan Allah SWT, mari kita meriahkan kegiatan Lomba Video Radio Pengajian Dot Com (RPDC), sebagai sarana berkreasi, saling nasihat-menasihati dan melakukan kebaikan. Dan tentunya HADIAH yang cukup besar.. total lebih dari <strong>2 juta rupiah</strong>. ^_^</p>
<p>Pendaftaran peserta lomba gelombang pertama telah berakhir. Dikarenakan masih banyaknya rekan-rekan yang berkeinginan mngikuti lomba ini dan juga menjadi sarana menyebarkan ajakan menuju kebaikan, kami dari Panitia Lomba Video RPDC <strong>MEMPERPANJANG masa pendaftaran lomba</strong> <strong>dan pengumpulan berkas video.</strong></p>
<p>Untuk melihat contoh video, akan diunggah beberapa berkas video dari kami, silahkan kunjungi: <a href="http://www.youtube.com/radiopengajian" target="_blank">http://www.youtube.com/radiopengajian</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://radiopengajian.com/2011/12/06/lomba-video-rpdc/"><img src="http://img.youtube.com/vi/B00ys0b2FjM/2.jpg" alt="" /></a></span></wbr></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Caranya mudah, segera kirimkan video kreasi anda. Video yang dikirim dapat berbentuk <strong>rekaman video, gambar bergerak, animasi, dan/atau slideshow foto dengan/tanpa narasi</strong>.</p>
<p>Pendaftaran dapat dilakukan di : <a href="http://radiopengajian.com/pendaftaran-lomba-video/">http://radiopengajian.com/pendaftaran-lomba-video/</a> .</p>
<p>Setiap peserta dapat mengirimkan lebih dari satu video dan RPDC akan memiliki hak siar terhadap video yang dikirimkan.</p>
<p>Video yang siap diikutsertakan diupload oleh peserta di youtube, vimeo atau media berbagi lainnya, dan linknya dikirimkan lagi melalui <a href="http://radiopengajian.com/pendaftaran-lomba-video/">http://radiopengajian.com/pendaftaran-lomba-video/</a> .</p>
<p>Tema Video yang diusung adalah:</p>
<p style="padding-left: 30px;"><em><strong>“PERTAHANKAN IMAN DI TENGAH SAHARA KEHIDUPAN”</strong></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Video dibuat dengan resolusi yang cukup dan berdurasi maksimal 7 menit. Pada bagian akhir video ditampilkan:</p>
<p style="padding-left: 30px;"><em><strong>Pertahankan Iman di Tengah Sahara Kehidupan http://radiopengajian.com/</strong> dan logo RPDC</em></p>
<p> *logo RPDC dapat diunduh di sini: <a href="http://radiopengajian.com/wp-content/uploads/2011/12/image296.png">Logo RPDC</a></p>
<p>Penggunaan taushiyah dari buku atau sumber lainnya diharapkan menuliskan sumbernya.</p>
<p>Jadwal lomba adalah sebagai berikut</p>
<ul>
<li><strong>6 Desember &#8211; 21 Januari 2011 *diperpanjang* </strong>: Pendaftaran Peserta dan Pengumpulan Karya</li>
<li><strong>22 &#8211; 30 Januari 2012</strong>: Penilaian oleh Dewan Juri</li>
<li><strong>31 Januari 2012</strong>: Pengumuman Pemenang</li>
</ul>
<p>Waktu pengumpulan yang lebih awal akan jadi nilai tambah dalam penilaian.</p>
<p>Hadiah terbagi menjadi dua jenis, untuk Pengurus RPDC dan Umum.</p>
<p>Kategori Umum dan Pendengar RPDC :</p>
<ul>
<li>Pemenang I : <strong>75€ + Extra Virgin Olive Oil** (250 mL; Spanish variety)</strong> + piagam penghargaan</li>
<li>Pemenang II : <strong>50€ + Extra Virgin Olive Oil (250 mL; Spanish variety)</strong> + piagam penghargaan</li>
</ul>
<p>Kategori Kru RPDC :</p>
<ul>
<li>Pemenang I : <strong>50€ + Extra Virgin Olive Oil (250 mL; Spanish variety)</strong> + piagam penghargaan</li>
</ul>
<p>Kategori penilaian mencakup <em>Kreativitas</em> (pengemasan isi video menjadi menarik untuk dilihat dan dinikmati), <em>Konten</em> (pesan yang disampaikan, rujukan yang digunakan, dan keabsahan saat menggunakan rujukan), <em>Teknis</em> (pengambilan rekaman video, gambar, bentuk tulisan, warna, dan efek video yang digunakan), dan <em>Originalitas</em> (tidak mencontek karya orang lain).</p>
<p>Jangan ragu lagi, segera daftar di: <a href="http://radiopengajian.com/pendaftaran-lomba-video/">http://radiopengajian.com/pendaftaran-lomba-video/</a></p>
<p>Ditunggu ya.. ^_^V</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaykum wr. wb.</p>
<p><em>*Biaya transfer dan pengiriman hadiah ditanggung oleh panitia. Bagi peserta dengan video yang layak dipublikasikan akan diberikan piagam penghargaan.</em><br />
<em>**Extra Virgin Olive Oil adalah minyak Olive yang benar-benar segar dari pohonnya, informasi lebih lanjut bisa merujuk <a title="virgin olive" href="http://www.aromadictionary.com/oliveoilfaq.pdf" target="_blank">ke sini</a>. </em><br />
<em>***Untuk setiap video yang dikirimkan, RPDC memiliki hak untuk menyiarkannya.</em></p>
<p><a href="http://radiopengajian.com/wp-content/uploads/2011/12/poster_lomba_video_rpdc.png"><img class="alignnone size-full wp-image-1773" style="width: 600px;" title="poster_lomba_video_rpdc" src="http://radiopengajian.com/wp-content/uploads/2011/12/poster_lomba_video_rpdc.png" alt="" width="748" height="1065" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radiopengajian.com/2011/12/06/lomba-video-rpdc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mari Shaum Muharram</title>
		<link>http://radiopengajian.com/2011/12/01/mari-shaum-muharram/</link>
		<comments>http://radiopengajian.com/2011/12/01/mari-shaum-muharram/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 20:38:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bingkai Dunia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radiopengajian.com/?p=1643</guid>
		<description><![CDATA[Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Sebaik-baiknya puasa setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. Dan sebaik-baiknya ibadah setelah ibadah wajib adalah shalat malam.” (HR Muslim) Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam pernah ditanya tentang shaum pada hari Asyura`, maka beliau menjawab: “(Shaum tersebut) menghapuskan dosa-dosa setahun yang telah lewat.” (HR. Muslim 1162)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda,<br />
“Sebaik-baiknya puasa setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. Dan sebaik-baiknya ibadah setelah ibadah wajib adalah shalat malam.” (HR Muslim)</p>
<p><a href="http://radiopengajian.com/wp-content/uploads/2011/12/10-Muharram-Shaum-dua-tanggal.jpg"><img class="size-medium wp-image-1642 aligncenter" src="http://radiopengajian.com/wp-content/uploads/2011/12/10-Muharram-Shaum-dua-tanggal-168x300.jpg" alt="" width="168" height="300" /></a></p>
<p>Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam pernah ditanya tentang shaum pada hari Asyura`, maka beliau menjawab:<br />
“(Shaum tersebut) menghapuskan dosa-dosa setahun yang telah lewat.” (HR. Muslim 1162)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radiopengajian.com/2011/12/01/mari-shaum-muharram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hadist Keutamaan Puasa 10 Muharram (Asyura&#8217;)</title>
		<link>http://radiopengajian.com/2011/11/25/hadist-keutamaan-puasa-10-muharram-asyura/</link>
		<comments>http://radiopengajian.com/2011/11/25/hadist-keutamaan-puasa-10-muharram-asyura/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2011 09:55:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kreatif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bingkai Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits Rutin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radiopengajian.com/?p=1626</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirrahmanirrahiim.. Innalhamdalillahi nahmaduhu wanasta’iinuhu wanastaghfiruhu Wana’udzubiillah minsyurruri ‘anfusinaa waminsayyi’ati ‘amaalinnaa Manyahdihillah falah mudhillalah Wa man yudhlil falaa haadiyalah Wa asyhadu allaa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh. (Segala puji bagi Allah yang hanya kepadaNya kami memuji, memohon pertolongan, dan mohon ampunan. Kami berlindung kepadaNya dari kekejian diri dan kejahatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://radiopengajian.com/wp-content/uploads/2011/11/1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1627" src="http://radiopengajian.com/wp-content/uploads/2011/11/1-300x226.jpg" alt="" width="300" height="226" /></a>Bismillahirrahmanirrahiim..</p>
<p><strong>Innalhamdalillahi nahmaduhu wanasta’iinuhu wanastaghfiruhu Wana’udzubiillah minsyurruri ‘anfusinaa waminsayyi’ati ‘amaalinnaa Manyahdihillah falah mudhillalah Wa man yudhlil falaa haadiyalah Wa asyhadu allaa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh. </strong></p>
<p>(Segala puji bagi Allah yang hanya kepadaNya kami memuji, memohon pertolongan, dan mohon ampunan. Kami berlindung kepadaNya dari kekejian diri dan kejahatan amalan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkan, dan barang siapa yang tersesat dari jalanNya maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Dan aku bersaksi bahwa tiada sembahan yang berhak disembah melainkan Allah saja, yang tiada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hambaNya dan RasulNya)</p>
<p>Keluarga kajian yang dimanapun berada, semoga selalu berada dalam limpahan rahmat dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.</p>
<p>Beberapa hari lagi, tahun hijriah akan bertambah angka digit terakhirnya dan tak terasa satu tahun Allah swt telah memberikan kita kesempatan untuk hidup meraih rahmatNya sebagai bekal untuk kehidupan akhirat. Bulan Muharram sebagai awal bulan pembuka Tahun Hijriah memiliki keistimewaan tersendiri diantara bulan Hijriah lainnya, berikut mari kita simak Ayat cintaNya dan Hadist tentang Bulan Muharram dan keutamaan Puasa Asy-syuara di Bulan Muharram.</p>
<p>Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah dimana empat bulan tersebut adalah, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.</p>
<p>Allah swt  berfirman yang artinya:</p>
<p><strong>“Sesungguhnya jumlah bulan di kitabullah (Al Quran) itu ada dua belas bulan sejak Allah menciptakan langit dan bumi, empat di antaranya adalah bulan-bulan haram,” (QS. At Taubah: 36)</strong></p>
<p>Kata Muharram artinya ‘dilarang’. Sebelum datangnya ajaran Islam, bulan Muharram sudah dikenal sebagai bulan suci dan dimuliakan oleh masyarakat Jahiliyah. Pada bulan ini dilarang untuk melakukan hal-hal seperti peperangan dan bentuk persengketaan lainnya. Kemudian ketika Islam datang, bulan haram ditetapkan dan dipertahankan sementara tradisi jahiliyah yang lain dihapuskan termasuk kesepakatan tidak berperang.</p>
<p>Bulan Muharram memiliki banyak keutamaan, sehingga bulan ini disebut bulan Allah (syahrullah). Pada bulan ini tepatnya pada tanggal 10 Muharram Allah menyelamatkan Nabi Musa as dan Bani Israil dari kejaran Firaun. Mereka memuliakannya dengan berpuasa. Kemudian Rasulullah saw menetapkan puasa pada tanggal 10 Muharram sebagai rasa syukur atas pertolongan Allah.</p>
<p>Masyarakat Jahiliyah sebelumnya juga berpuasa. Puasa 10 Muharram tadinya hukumnya wajib, kemudian berubah menjadi sunnah setelah turun kewajiban puasa Ramadhan.</p>
<p>Ketika Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam telah berhijrah dan tiba di Madinah, beliau mendapati Yahudi Madinah ternyata juga bershaum pada hari tersebut. Maka beliau bertanya kepada mereka. Hal ini sebagaimana dikisahkan oleh shahabat ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu’anhuma :</p>
<p>Bahwa Nabi shalallahu’alaihi wa sallam ketika tiba di Madinah, beliau mendapat Yahudi berpuasa pada hari ‘Asyura. Maka beliau bertanya (kepada mereka) : “Hari apakah ini yang kalian bershaum padanya?” Maka mereka menjawab : “Ini merupakan hari yang agung, yaitu pada hari tersebut Allah menyelamatkan Musa beserta kaumnya dan menenggelamkan Fir’aun bersama kaumnya. Maka Musa bershaum pada hari tersebut dalam rangka bersyukur (kepada Allah). Maka kami pun bershaum pada hari tersebut” Maka Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.” Maka Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bershaum pada hari tersebut dan memerintahkan (para shahabat) untuk bershaum pada hari tersebut. [HR. Al-Bukhari 2004, 3397, 3943, 4680, 4737. Muslim 1130]</p>
<p>Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Sebaik-baiknya puasa setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. Dan sebaik-baiknya ibadah setelah ibadah wajib adalah shalat malam.” (HR Muslim)</p>
<p>Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam pernah ditanya tentang shaum pada hari Asyura`, maka beliau menjawab :</p>
<p>“(Shaum tersebut) menghapuskan dosa-dosa setahun yang telah lewat.” [HR. Muslim 1162)</p>
<p>Walaupun ada kesamaan dalam ibadah, khususnya berpuasa, tetapi Rasulullah saw memerintahkan pada umatnya agar berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Yahudi, apalagi oleh orang-orang musyrik. Oleh karena itu beberapa hadits menyarankan agar puasa hari ‘Asyura diikuti oleh puasa satu hari sebelum atau sesudah puasa hari ‘Asyura.</p>
<p>Secara umum, puasa Muharram dapat dilakukan dengan beberapa pilihan. Pertama, berpuasa tiga hari, sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya, yaitu puasa tanggal 9, 10 dan 11 Muharram. Kedua, berpuasa pada hari itu dan satu hari sesudah atau sebelumnya, yaitu puasa tanggal: 9 dan 10, atau 10 dan 11. Ketiga, puasa pada tanggal 10 saja, hal ini karena ketika Rasulullah saw memerintahkan untuk puasa pada hari ‘Asyura para sahabat berkata: “Itu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani, beliau bersabda: “Jika datang tahun depan insya Allah kita akan berpuasa hari kesembilan, akan tetapi beliau meninggal pada tahun tersebut.” (HR. Muslim).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Sehingga dapat disimpulkan bahwa “Shaum ‘Asyura` memiliki empat tingkatan :</strong></p>
<p><strong>Tingkat Pertama : bershaum pada tanggal 9, 10, dan 11</strong>. Ini merupakan tingkatan tertinggi. Berdasarkan <strong>hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dalam Al-Musnad : Bershaumlah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya. Selisihilah kaum Yahudi.</strong>” Dan karena seorang jika ia bershaum (pada) 3 hari (tersebut), maka ia sekaligus memperoleh keutamaan shaum 3 hari setiap bulan.</p>
<p><strong>Tingkat Kedua : bershaum pada tanggal 9 dan 10</strong>. Berdasarkan sabda Nabi shalallahu’alaihi wa sallam :<strong> “Kalau saya hidup sampai tahun depan, niscaya aku bershaum pada hari ke-9.” Ini beliau ucapkan ketika disampaikan kepada beliau bahwa kaum Yahudi juga bershaum pada hari ke-10, dan beliau suka untuk berbeda dengan kaum Yahudi, bahkan dengan semua orang kafir.</strong></p>
<p><strong>Tingkat Ketiga : bershaum pada tanggal 10 dan 11.</strong></p>
<p><strong>Tingkat Keempat : bershaum pada tanggal 10 saja</strong>. Di antara ‘ulama ada yang berpendapat hukumnya mubah, namun ada juga yang berpendapat hukumnya makruh.</p>
<p><strong>Yang berpendapat hukumnya mubah berdalil dengan keumuman sabda Nabi shalallahu’alaihi wa sallam ketika beliau ditanya tentang shaum ‘Asyura`, maka beliau menjawab “Saya berharap kepada Allah bahwa shaum tersebut menghapuskan dosa setahun sebelumnya.” Beliau tidak menyebutkan hari ke-9.</strong></p>
<p>Sementara yang berpendapat <strong>hukumnya makruh berdalil dengan sabda Nabi shalallahu’alaihi wa sallam : “Selisihilah kaum Yahudi. Bershaumlah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya.” Dalam lafazh lain, “Bershaumlah sehari sebelumnya dan sehari setelahnya.” Sabda beliau ini berkonsekuensi wajibnya menambahkan satu hari dalam rangka menyelisihi (kaum Yahudi), atau minimalnya menunjukkan makruh menyendirikan shaum pada hari itu (hari ke-10) saja. Pendapat yang menyatakan makruh menyendirikan shaum pada hari itu saja merupakan pendapat yang kuat.”</strong></p>
<p>Kesibukan yang ada, terkadang membuat kita lupa esok tanggal berapa, jika saat ini keluarga kajian dekat dengan alat yang bisa mengingatkan keluarga kajian semua akan pentingnya shaum bulan Muharram, kita buat “reminder” yuk, bersiap menyambut keutamaannya dengan berniat untuk melaksanakannya esok di tanggal 9, 10 Muharram. Selamat menempuh tahun baru dengan peluang kesuksesan dan kenikmatan memperoleh rizki di dunia untuk mendapatkan akhiratnya.</p>
<p>=div.kreatif=</p>
<p>Sumber :</p>
<p>Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi</p>
<p>Penjelasan ustadz Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dalam ulamasunnah.wordpress.com dan fatwa Al-Lajnah Ad-Da`imah lil Buhutsil ‘Ilmiyyah wal Ifta` dalam ikhwanmuslim.or.id</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radiopengajian.com/2011/11/25/hadist-keutamaan-puasa-10-muharram-asyura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AISC Taiwan 2012</title>
		<link>http://radiopengajian.com/2011/11/21/aisc-taiwan-2012/</link>
		<comments>http://radiopengajian.com/2011/11/21/aisc-taiwan-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 06:42:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[notulensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radiopengajian.com/?p=1608</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaykum wr. wb. Keluarga Kajian yang insya Allah selalu dirahmati oleh Allah SWT. Akan diselenggarakan Konferensi Tahunan Pelajar Indonesia di Taiwan 2012 (AISC 2012) pada bulan Maret 2012. Pengumpulan paper terakhir pada tanggal 1 Desember 2011. Ingin tahu lebih lanjut mengenai AISC? Ada acara talk show di RPDC: Preview AISC (Annual Indonesian Scholars Conference in [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaykum wr. wb.</p>
<p>Keluarga Kajian yang insya Allah selalu dirahmati oleh Allah SWT.</p>
<p>Akan diselenggarakan Konferensi Tahunan Pelajar Indonesia di Taiwan 2012 (AISC 2012) pada bulan Maret 2012.<br />
Pengumpulan paper terakhir pada tanggal <strong>1 Desember 2011.</strong></p>
<p>Ingin tahu lebih lanjut mengenai AISC?</p>
<p>Ada acara talk show di RPDC:</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Preview AISC (Annual Indonesian Scholars Conference in Taiwan) -Taiwan 2012</strong>,<br />
bersama narasumber <strong>Agus Putra A.Samad, Astri Dwijayanti, dan Aullya ardhini artha</strong>,<br />
serta sahabat kajian <strong>Ayodya Pradhipta Tenggara</strong></p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>22 November</strong> pukul <strong>20.00 WIB</strong></p>
<p>Jangan lewatkan.. <img src='http://radiopengajian.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Wassalamu&#8217;alaykum wr. wb.</p>
<p><a href="http://radiopengajian.com/wp-content/uploads/2011/11/AISC-Taiwan-2012-Call-for-Papers.png"><img class="alignnone size-full wp-image-1605" style="width: 100%;" title="[AISC-Taiwan 2012] Call for Papers" src="http://radiopengajian.com/wp-content/uploads/2011/11/AISC-Taiwan-2012-Call-for-Papers.png" alt="" width="560" height="791" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radiopengajian.com/2011/11/21/aisc-taiwan-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

